Rabu, 14 Januari 2009

ECO-PARK
KONSEP DAN MENFAAT

Eco park atau taman yang ramah lingkungan adalah taman yang dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan kota, baik masalah lingkungan maupun sosial ekonomi melalui optimalisasi fungsi-fungsi ekologis, sosial dan ekonomi yang dimilikinya.

Ecopark diwujudkan dengan konsep memanfaatkan sumberdaya yang ada seefisien mungkin sebagai input yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses-proses didalam taman, serta meminimalkan output yang berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk memanfaatkan kembali output menjadi input. Pada beberapa kasus penerapan konsep eco-park
dapat diidentifikasikan beberapa karakteristik eco-park sebagai berikut :

Memanfaatkan daur alamiah (natural cycles) air, energi, dan materi untuk memenuhi kebutuhan operasional pengelolaan taman sebagi upanya konservasi sumberdaya alam dan minimisasi limbah atau dampak negativ terhadap lingkungan antara lain melalui :

1. Pemanfaatan air hujan yang dikumpulkan dengan teknik pemanenan air hujan (rain harvesting).

2. Pemanfaatan energi listrik terbarukan (renewable energy), misalnya energi surya (photovoltaic) dan energi angin, untuk kebutuhan operasional fasilitas taman

3. Daur ulang sampah organik yang dihasilkan dari serasah tanaman menjadi kompos sebagai pengganti pupuk kimia;

4. Daur ulang limbah cair dari kegiatan di dalam dan sekitar taman taman sebagai upanya mengurangi penggunaan air tanah untuk penyiraman tanaman.

5. Menggunakan material infrastruktur taman yang ramah lingkungan, antara lain material non-concrete untuk pembuatan jalan setapak (pedestrian path) agar air tetap dapat meresap kedalam tanah dan material-material hasil daur ulang untuk fasilitas taman seperti tempat sampah, papan petunjuk.

6. Menanam jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi yang bermanfaat ekologis antara lain yang hemat air, memiliki kemampuan tinggi menyerap air, dapat menyerap polutan, mengundag satwa (burung, kupu-kupu, dsb) dan tidak membutuhkan perawatan intensif.

7. Menyediakan fasilitas dan atraksi yang menjadikan taman menarik untuk dikunjungi, dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas yang bersifat rekreaktif.

8. Menjadi media pendidikan lingkungan bagi masyarakat melalui proses-proses dan kegiatan yang berlangsung di dalam taman.

9. Memberikan pelayanan pengolahan limbah cair bagi masyarakat di sekitar taman melalui pemanfaatan elemen alamiah di dalam taman seperti situ, waduk atau kolam di dalam taman sebagai natural wastewater treatment plant .

10. Mengikutsertakan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian fungsi taman.

Penerapan konsep eco-park di DKI Jakarta dilakukan dengan arahan sebagai berikut :

Konsep eco-park dapat diterapkan pada seluruh taman yang ada di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan karakter dan kebutuhan taman serta kondisi lingkungan di sekitar taman.

Penerapan konsep eco-park pada taman yang telah ada ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pengelolaan taman menuju pada pengelolaan taman yang ramah lingkungan.

Minggu, 23 November 2008

ALIRAN SESAT
a. Du'at 'ala Abwabi Jahannam
Beberapa bulan lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebelas butir fatwa, di antaranya ; Pelarangan aliran Ahmadiyah di Indonesia Mengharamklan Sekularisme, liberalisme dan Pluralisme agama Bagaikan orang tersayat sembilu, para penganjur kebatilan (du'at 'ala abwabi Jahannam) meraung, merintih, dan mengeluarkan kata-kata, bahkan makian kepada lembaga keislaman tertinggi di Bumi Pertiwi ini. Abdurrahman Wahid, yang lebih dikenal Gus Dur, membisikkan kepada Preisden bahwa fatwa tersebut bersifat tidak mengikat, karena Indonesia adalah Negara Pancasila dan bukan Negara Islam. Dan dalam acara perayaan Maulid Gus Dur (baca: ulang tahun) yang lalu, semboyan "hidup Sekularisme", "hidup Pluralisme" pun dikumandangkan sebagai ganti bacaan QasidahBurdah dalam perayaan Maulid Nabi. Juga sengaja diundang dalam perayaan tersebut ketua Jemaat Ahmadiyah se-Indonesia. Ulil Abshar Abdalla -kafa nallahu syarrahu- melontarkan kata "tolol" untuk Ketua MUI. Dan banyak lagi orang-orang yang semazhab dengan mereka yang angkat bicara, mengeluarkan argument pembelaan terhadap aliran Ahmadiyah, Sekularisme, liberalisme dan Pluralisme, yang seolah-olah mereka adalah kelompok tertindas, teraniaya, terzhalimi. Syubhat-syubhat ini dikemas sedemikian rupa oleh media informasi yang mayoritasnya berpihak kepada kebatilan. Baru-baru ini, Adnan Buyung Nasution -pengacara Nur Mahmudi dalam kasus penganuliran kemenangannya dalam Pilkada Depok oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat- menyesalkan telah membantu Nur Mahmudi, karena ketua DPR Komisi VII yang kebetulan berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung fatwa MUI dan menolak pengaduan Ahmadiyah. Yang dalam kasus ini Adnan Buyung juga bertindak sebagai pengacara Ahmadiyah, dia menyatakan bahwa Ahmadiyah terzhalimi.
b.Siapa yang menzhalimi dan terzhalimi Benarkah jemaat Ahmadiyah, gerakan Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme dizhalimi? ataukah mereka sebenarnya yang menzhalimi? Mari kita coba mendudukkan persoalannya seproposional mungkin. Berbuat zhalim yaitu: merampas hak seseorang atau sekelompok orang. Mereka berargumen bahwa pelarangan dan pengharaman aliran mereka berarti merampas hak kebebasan mereka berpendapat, konklusinya bahwa pelarangan tersebut berarti penzhaliman terhadap mereka. Untuk mengetahui sejauh mana kebenaran konklusi ini, mari kita uji kebenaran premis yang mereka gunakan. Benarkah pelarangan dan pengharaman aliran mereka merampas hak mereka? Mari kita lihat kenyataan sebenarnya! Islam yang masuk ke Indonesia pada abad ke-!3 yang dianut oleh nenek moyang kita dan yang kita anut sampai sekarang serta dilindungi negara adalah islam yang menyakini : Al Qur'an sebagai kitab suci yang tidak boleh ditambah atau dikurangi Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir. Hanya islamlah agama yang benar, dan Allah tidak menerima agama selain islam Rukun iman ada enam Dan lain-lain yang diketahui oleh setiap muslim secara aksiomatis Inilah akidah umat islam Indonesia, yang merupakan hak azazi yang dilindungi oleh Negara R.I. Tapi kemudian di awal abad ke-20 muncul aliran Ahmadiyah di India lalu menjalar ke Indonesia, dan di awal tahun 70-an bergema gerakan Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme yang menginjak-injak hak (akidah) umat islam dengan pernyataan-pernyataan, antara lain; semua agama sama dan semua agama benar, Mirza Gulam yang lahir di India adalah nabi, rukun iman hanya ada lima, takdir tidak ada, hak waris anak laki-laki sama dengan anak wanita, wanita boleh menjadi imam dan khatib shalat Jumat, dsb. Lalu umat islam yang hak mereka dirampas dan dinjak-injak tersebut meminta pemerintah untuk menindak dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka (umat islam), akan tetapi belum lagi pemerintah menindak mereka (kaum kebatilan), mereka lebih dahulu berteriak bahwa mereka dizhalimi. Dalam kehidupan sehari-hari logika yang mereka gunakan ini sering disebut "maling teriak maling". Bila premise yang mereka gunakan tidak benar, tentulah konklusinya menjadi salah. Jadi tidak benar mereka yang dizalimi, akan tetapi merekalah yang menzalimi.
Pagari Akidah Anda! Dalam laporannya, Ahmadiyah mengaku bahwa jemaat mereka di Indonesia berjumlah ± 200.000 jiwa, ini artinya dalam setiap 200 orang islam di Indonesia, 1 orang telah disesatkan oleh Ahmadiyah, ini kalau kita katakan Muslim di Indonesia 200 juta orang, padahal jumlah sebenarnya kurang dari itu. Belum lagi yang disesatkan oleh aliran-aliran lainnya, semisal; liberalisme, sekularisme, sosialisme, LDII, Syi'ah, inkar sunnah, Jamaah Salamullah, Islam murni, dan lain-lain. Kenyataan ini membuat bulu kuduk kita berdiri, kita hidup di zaman fitnah dimana seseorang beriman di waktu pagi dan menjadi kafir di waktu sore, beriman di waktu sore dan menjadi kafir di waktu pagi. Oleh karena itu lakukanlah langkah-langkah berikut, semoga Allah menetapkan kaki kita menapaki jalan-Nya yang lurus :
a. Kenalilah agama anda lebih mendalam lagi. Manfaatkan keberadaan anda di perantauan ini dengan menuntut ilmu, mengikuti majelis-majelis taklim, kuliah studi islam, membaca buku islami, mendengarkan kaset-kaset ceramah agama, yang dapat menambah pengetahuan anda tentang agama .rAllah, dan menambah kedekatan anda dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah Kami pernah bertemu dengan salah seorang da'i aliran sesat, ketika kami minta untuk tilawah Al Qur'an ternyata bacaannya seperti orang yang belum tamat belajar Iqra', dengan demikian kami yakin dia disesatkan karena ketidaktahuannya (kealpaannya) dengan agamanya, kemudian karena sedikit bisa berdiplomasi maka dinobatkan sebagai da'i.
b. Pererat hubungan anda dengan ustadz (orang yang anda yakini kebenaran akidahnya). Mungkin anda tidak sempat mengikuti majelis taklim dan kuliah, akan tetapi anda dapat mendiskusikan (bertanya) kepada para ustadz-ustadz melalui telepon atau sms untuk hal-hal yang musykil bagi anda dalam masalah agama. Logikanya, andai seekor anjing disanjung Allah dalam Kitab Suci-Nya lantaran keakrabannya dengan 7 orang pemuda shalih, apatah lagi seorang bani Adam yang memang telah dimuliakan Allah.
c. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan anda akan Allah. Kalau saja anda tidak bisa menghadiri majelis taklim, kuliah serta sungkan bertanya kepada para ustadz, pererat hubungan anda dengan teman sejawat yang mengikuti aktivitas-aktivitas keislaman tersebut, semoga anda mendapatkan bau wangi dan wewangian dari mereka di Dunia dan Akhirat. Jangan sampai anda beranggapan bahwa tidak akan terjerat oleh kelompok-kelompok sesat, walau tanpa melakukan salah satu langkah-langkah di atas, dalam kata lain: anda menghindar dari majlis taklim, tidak bertanya kepada ustaz dan tidak berteman dengan orang-orang aktif telah bersabda bahwa serigalardalam keislaman. Karena dalam permisalannya Nabi hanya memangsa domba yang tertinggal dari rombongan.
d. Perbanyaklah mengucapkan do'a: Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi 'ala Diinik Wahai Yang memutar balikkan hati, tetapkanlah hati berada di atas agama-Mu Akhirnya semoga Allah menghidupkan kita dalam islam, mewafatkan kita dalam iman, menyatukan kita di akhirat bersama para Nabi, syuhada Allah orang-orang shalih dan mengembalikan kaum muslimin yang tersesat ke pangkal jalan. Amin.