ECO-PARK
KONSEP DAN MENFAAT
Eco park atau taman yang ramah lingkungan adalah taman yang dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan kota, baik masalah lingkungan maupun sosial ekonomi melalui optimalisasi fungsi-fungsi ekologis, sosial dan ekonomi yang dimilikinya.
Ecopark diwujudkan dengan konsep memanfaatkan sumberdaya yang ada seefisien mungkin sebagai input yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses-proses didalam taman, serta meminimalkan output yang berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk memanfaatkan kembali output menjadi input. Pada beberapa kasus penerapan konsep eco-park
dapat diidentifikasikan beberapa karakteristik eco-park sebagai berikut :
Memanfaatkan daur alamiah (natural cycles) air, energi, dan materi untuk memenuhi kebutuhan operasional pengelolaan taman sebagi upanya konservasi sumberdaya alam dan minimisasi limbah atau dampak negativ terhadap lingkungan antara lain melalui :
1. Pemanfaatan air hujan yang dikumpulkan dengan teknik pemanenan air hujan (rain harvesting).
2. Pemanfaatan energi listrik terbarukan (renewable energy), misalnya energi surya (photovoltaic) dan energi angin, untuk kebutuhan operasional fasilitas taman
3. Daur ulang sampah organik yang dihasilkan dari serasah tanaman menjadi kompos sebagai pengganti pupuk kimia;
4. Daur ulang limbah cair dari kegiatan di dalam dan sekitar taman taman sebagai upanya mengurangi penggunaan air tanah untuk penyiraman tanaman.
5. Menggunakan material infrastruktur taman yang ramah lingkungan, antara lain material non-concrete untuk pembuatan jalan setapak (pedestrian path) agar air tetap dapat meresap kedalam tanah dan material-material hasil daur ulang untuk fasilitas taman seperti tempat sampah, papan petunjuk.
6. Menanam jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi yang bermanfaat ekologis antara lain yang hemat air, memiliki kemampuan tinggi menyerap air, dapat menyerap polutan, mengundag satwa (burung, kupu-kupu, dsb) dan tidak membutuhkan perawatan intensif.
7. Menyediakan fasilitas dan atraksi yang menjadikan taman menarik untuk dikunjungi, dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas yang bersifat rekreaktif.
8. Menjadi media pendidikan lingkungan bagi masyarakat melalui proses-proses dan kegiatan yang berlangsung di dalam taman.
9. Memberikan pelayanan pengolahan limbah cair bagi masyarakat di sekitar taman melalui pemanfaatan elemen alamiah di dalam taman seperti situ, waduk atau kolam di dalam taman sebagai natural wastewater treatment plant .
10. Mengikutsertakan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian fungsi taman.
Penerapan konsep eco-park di DKI Jakarta dilakukan dengan arahan sebagai berikut :
Konsep eco-park dapat diterapkan pada seluruh taman yang ada di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan karakter dan kebutuhan taman serta kondisi lingkungan di sekitar taman.
Penerapan konsep eco-park pada taman yang telah ada ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pengelolaan taman menuju pada pengelolaan taman yang ramah lingkungan.
KONSEP DAN MENFAAT
Eco park atau taman yang ramah lingkungan adalah taman yang dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan kota, baik masalah lingkungan maupun sosial ekonomi melalui optimalisasi fungsi-fungsi ekologis, sosial dan ekonomi yang dimilikinya.
Ecopark diwujudkan dengan konsep memanfaatkan sumberdaya yang ada seefisien mungkin sebagai input yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses-proses didalam taman, serta meminimalkan output yang berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk memanfaatkan kembali output menjadi input. Pada beberapa kasus penerapan konsep eco-park
dapat diidentifikasikan beberapa karakteristik eco-park sebagai berikut :
Memanfaatkan daur alamiah (natural cycles) air, energi, dan materi untuk memenuhi kebutuhan operasional pengelolaan taman sebagi upanya konservasi sumberdaya alam dan minimisasi limbah atau dampak negativ terhadap lingkungan antara lain melalui :
1. Pemanfaatan air hujan yang dikumpulkan dengan teknik pemanenan air hujan (rain harvesting).
2. Pemanfaatan energi listrik terbarukan (renewable energy), misalnya energi surya (photovoltaic) dan energi angin, untuk kebutuhan operasional fasilitas taman
3. Daur ulang sampah organik yang dihasilkan dari serasah tanaman menjadi kompos sebagai pengganti pupuk kimia;
4. Daur ulang limbah cair dari kegiatan di dalam dan sekitar taman taman sebagai upanya mengurangi penggunaan air tanah untuk penyiraman tanaman.
5. Menggunakan material infrastruktur taman yang ramah lingkungan, antara lain material non-concrete untuk pembuatan jalan setapak (pedestrian path) agar air tetap dapat meresap kedalam tanah dan material-material hasil daur ulang untuk fasilitas taman seperti tempat sampah, papan petunjuk.
6. Menanam jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi yang bermanfaat ekologis antara lain yang hemat air, memiliki kemampuan tinggi menyerap air, dapat menyerap polutan, mengundag satwa (burung, kupu-kupu, dsb) dan tidak membutuhkan perawatan intensif.
7. Menyediakan fasilitas dan atraksi yang menjadikan taman menarik untuk dikunjungi, dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas yang bersifat rekreaktif.
8. Menjadi media pendidikan lingkungan bagi masyarakat melalui proses-proses dan kegiatan yang berlangsung di dalam taman.
9. Memberikan pelayanan pengolahan limbah cair bagi masyarakat di sekitar taman melalui pemanfaatan elemen alamiah di dalam taman seperti situ, waduk atau kolam di dalam taman sebagai natural wastewater treatment plant .
10. Mengikutsertakan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian fungsi taman.
Penerapan konsep eco-park di DKI Jakarta dilakukan dengan arahan sebagai berikut :
Konsep eco-park dapat diterapkan pada seluruh taman yang ada di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan karakter dan kebutuhan taman serta kondisi lingkungan di sekitar taman.
Penerapan konsep eco-park pada taman yang telah ada ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pengelolaan taman menuju pada pengelolaan taman yang ramah lingkungan.